selamat datang di blog kami, Blog ini semata dimaksudkan untuk mengembangkan persaudaraan dalam Kasih dan rahmat Tuhan. Semua konten dan isi tidak bermaksud menyinggung masalah sara dan segala perbedaan yang timbul hendaklah disikapi sebagai kebijaksanaan

Minggu, 02 Januari 2011

SELAMAT TAHUN BARU 2011

waktu adalah cakra yang tak pernah bisa diputar ulang. Bertambahnya tahun sebenarnya adalah berkurangnya umur kita. Namun bagaimana menyikapi tahun baru ? berikut ini nasehat yang bisa direnungkan, dari MTA Solo. Semoga bermanfaat !
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.
Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.

Minggu, 29 Agustus 2010

PERLUKAH MENUNGGU IKHLAS

Pagi itu udara cukup cerah, meskipun dalam suasana ramadlan, kami biasa bersenda gurau dengan teman-teman kantor. Kebetulan Pak Ibnu Nasikhin membuka guarauan yang berkait dengan zakat mal. Karena beberapa kawan telah memiliki mobil sekelas Kijang Avansa, adalagi yang memiliki usaha pertokoan , dengan gaya bercandanya mengingatkan tentang kewajiban membayar zakat mall ketika hartanya telah mencapai nishab. Satu hal yang menjadi hikmah saya kali ini, ketika seorang teman dengan nada serius , menyatakan untuk melakukan hal diatas ( zakat ) yang penting iklas. Awalnya saya tidak begitu paham maksudnya dan saya meng-iya -kan perkataanya, karena ibadah apapun harus diikuti iklas. Jadi, apa yang slah ?