<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748</id><updated>2011-11-23T21:11:20.662-08:00</updated><category term='HIKMAH INSPIRATIF'/><category term='Politik'/><title type='text'>Kang Padjar.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-600930305264925025</id><published>2011-01-02T21:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T21:14:27.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH INSPIRATIF'/><title type='text'>SELAMAT TAHUN BARU 2011</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/TSFaNg8JPeI/AAAAAAAAAmM/IKIohn8-O6M/s1600/Ucapan+Selamat+Tahun+Baru.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/TSFaNg8JPeI/AAAAAAAAAmM/IKIohn8-O6M/s200/Ucapan+Selamat+Tahun+Baru.jpg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;waktu adalah cakra yang tak pernah bisa diputar ulang. Bertambahnya tahun sebenarnya adalah berkurangnya umur kita. Namun bagaimana menyikapi tahun baru ? berikut ini nasehat yang bisa di&lt;/span&gt;renungkan, dari &lt;a href="http://mta-online.com/v2/2011/01/02/budaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa/"&gt;MTA Solo&lt;/a&gt;. Semoga bermanfaat !&lt;br /&gt;Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. &lt;span id="more-3197"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh &lt;i&gt;Sosigenes&lt;/i&gt;, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Nah sudah jelas dong, kalo ini &lt;i&gt;laisa minal Islam &lt;/i&gt;ya khan?&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kontradiktif selalu saja membayangi kehidupan manusia. Begitu pula dalam memperingati datangnya Tahun Baru. Ada yang hura-hura ada yang sebaliknya yakni prihatin dengan kondisi bangsa. Entah sejak kapan, budaya negative dalam peringatan Tahun Baru benar-benar telah melupakan orang tentang kematian. Semua seolah disulap suka-cita, hanyut dalam perayaan-perayaan, begadang, bergaul bebas, keborosan alias meniru dan mengekor budaya kafir. Yah, salah satu kata&amp;nbsp; kunci yang bermain adalah bisnis. Misi bisnis juga telah berdosa membuat manusia lupa dengan dibungkus perayaan, acara-acara maka digunakanlah ini untuk meraup untung sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;Islam itu artinya berserah diri atau tunduk patuh. Tentu saja berserah diri kepada Allah dan tunduk patuh atas segala kehendak-Nya. Allah menghendaki kita suka menafkahkan harta kita fi sabilillah, tetapi banyak orang Islam lebih suka menghamburkan harta dalam bentuk membakar kembang api dan petasan. Allah menghendaki kita banyak dzikrullah, tetapi menusia suka hura-hura dan foya-foya yang semuanya itu melalaikan kita dari Allah. Padahal instruksi dari Allah sangat jelas (QS 6: 162)&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Orang yang hidupnya berorientasi ukhrawi akan berhati-hati dalam berfikir, bertutur-kata dan bertindak. Jangan sampai amalnya merugikan kehidupan akherat yang hendak dia jalani. Kalau Allah melarang manusia untuk menghambur-hamburkan harta dan mengingatkan manusia bahwa pemboros-pemboros itu teman syetan.&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS 17: 26-27)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maka secara pasti dia tidak akan membakar hartanya dalam bentuk kembang api, petasan, terompet dan acara hura-hura lainnya.&lt;br /&gt;Kalaulah Allah mengingatkan orang beriman untuk tidak berbuat sia-sia (QS 23: 3)&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak akan habiskan waktunya untuk muter-muter kota dan hura-hura. Dia akan lebih senang duduk di rumah atau tempat ibadah, mengajak keluarga dan mengerjakan hal-hal yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;Jauh berbeda dengan orang yang hidupnya berorientasi jangka pendek, orientasi duniawi. Apa yang dipikirkan, diucapkan dan dilakukannya adalah untuk kepentingan yang bersifat duniawi, yakni untuk memuaskan hawa nafsunya saja. Maka tidak heran kalau mereka di malam tahun baru meskipun diguyur hujanpun namun banyak sekali orang di Solo yang merayakannya dengan keluar rumah pria wanita campur baur menjadi satu dengan beraneka ragam terompet. Sedang yang di Jakarta di TMII ratusan ribu manusia berhura-hura dengan berbagai group band-nya. Sedang di Ancol ratusan ribu orang berpesta musik dan kembang api.&lt;br /&gt;Perbedaan orientasi inilah yang menyebabkan manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda. Orang yang berorientasi ukhrawi akan memandang apa yang ada di dunia ini sebagai fitnah atau cobaan, maka mereka akan lebih berhati-hati dalam menghadapi cobaan. Semua amal yang dia lakukan akan dia lakukan dengan penuh perhitungan untung rugi bagi keselamatan akheratnya. Dia yakin betul bahwa di yaumul-hisab kelak semua amal akan diperhitungkan dan dipertanggung-jawabkan. Hidup di dunia ini cuma sekali, saatnya berprestasi untuk bekal kehidupan akherat. Sedang orang yang berorientasi duniawi dia akan memandang hidup itu hanya disini di dunia ini, maka sekarang inilah saatnya menikmati hidup. Maka orang seperti ini akan cenderung memandang hidup ini untuk bersenang-senang. Hidup di dunia ini cuma sekali mengapa harus menderita?&lt;br /&gt;Dua orientasi hidup yang tidak mungkin bisa dipertemukan. Namun masih saja banyak orang Islam yang merasa mampu mempertemukan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;“Berharap sangat untuk mendapatkan sorga, tetapi hidupnya diwarnai dengan hura-hura, foya-foya dan menghabiskan hidupnya dengan banyak ketawa.”&lt;/h3&gt;Padahal Rasulullah saw sudah mengingatkan bahwa banyak tertawa itu mematikan hati. Hati kita menjadi tidak sensitif lagi dengan peringatan-peringatan Allah, tidak sensitif lagi dengan penderitaan orang-orang yang berada di sekitarnya.&lt;br /&gt;Nun jauh di lain daerah, orang-orang sedang memikirkan nasib karena barusaja terkena bencana. Terkena musibah yang menghabiskan apa saja, rumah dan hasil bumi bahkan anggota keluarga. Wajiblah bagi kita memikirkannya, bukan malah melupakan atau berpura tidak peduli.&lt;br /&gt;Maka sudah selayaknya umat Islam kembali hidup di alam nyata bukan di alam khayal dan segera sadar bahwa keselamatan kita di akherat nanti ditentukan oleh prestasi hidup kita di dunia ini. Jangan kita bingungkan diri kita sendiri dengan pertentangan yang berkepanjangan antara harapan dan kenyatan yang kita lakukan. Kalau kita tetap berada dalam keadaan demikian maka bukan tidak mungkin akan berbuah depresi yang berkepanjangan yang bisa membuahkan stress, gila, stroke bagi yang terkena tekanan darah tinggi dan gagal jantung bagi yang menderita lemah jantung.&lt;br /&gt;Segera kita luruskan orientasi hidup kita ke arah akherat karena Allah menjanjikan bagi orang yang berorientasi ukhrawi dengan mendapatkan sorga dan bonusnya kesuksesan hidup di dunia. Sedang bagi mereka yang berorientasi duniawi maka mereka hanya akan mendapatkan sebagian kecil dari harta dan kesenangan dunia sedang mereka tidak akan mendapatkan bagian di akherat sama sekali (QS 42: 20).&lt;br /&gt;&lt;h2 style="text-align: right;"&gt;مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ&lt;/h2&gt;&lt;i&gt;Barang siapa yang menghendaki Keuntungan di akhirat akan Kami tambah Keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki Keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari Keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita faham dan tidak mudah lupa, hidup kita di dunia ini cuma sebentar sekali hanya sekitar 60-70 tahun segera akan mati itupun jika tidak meleset. Sedang kehidupan akherat itu kekal, tidak hanya jutaan tahun atau milayaran tahun tetapi kekal, abadi selama-lamanya.&lt;br /&gt;Kalau sampai kita keliru dalam bersikap maka buahnya adalah penderitaan hidup yang kekal didalam kesusahan. Hanya mereka yang tepat dalam bersikap dalam arti benar-benar membangun ketuduk-patuhan kepada Allah dalam setiap aspek kehidupanlah yang akan sukses hidupnya dunia dan akherat. Merekalah yang akan memetik buah kehidupan dengan kebahagiaan yang kekal di akherat.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Written by&amp;nbsp; : Muhammad Nasir (dengan berbagai penambahan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F&amp;amp;title=Budaya+Merayakan+Tahun+Baru%2C+Milik+Siapa%3F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="Digg"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F&amp;amp;title=Budaya+Merayakan+Tahun+Baru%2C+Milik+Siapa%3F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="Reddit"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F&amp;amp;title=Budaya+Merayakan+Tahun+Baru%2C+Milik+Siapa%3F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="StumbleUpon"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://del.icio.us/post?url=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F&amp;amp;title=Budaya+Merayakan+Tahun+Baru%2C+Milik+Siapa%3F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="del.icio.us"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="Technorati"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;amp;bkmk=http%3A%2F%2Fmta-online.com%2Fv2%2F2011%2F01%2F02%2Fbudaya-merayakan-tahun-baru-milik-siapa%2F&amp;amp;title=Budaya+Merayakan+Tahun+Baru%2C+Milik+Siapa%3F" rel="nofollow" style="border: 0pt none; margin: 0pt;" title="Google"&gt;&lt;img alt="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_32.png" style="margin: 0px; padding-bottom: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-600930305264925025?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/600930305264925025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=600930305264925025' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/600930305264925025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/600930305264925025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2011/01/selamat-tahun-baru-2011.html' title='SELAMAT TAHUN BARU 2011'/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/TSFaNg8JPeI/AAAAAAAAAmM/IKIohn8-O6M/s72-c/Ucapan+Selamat+Tahun+Baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-8027259932949371327</id><published>2010-08-29T20:10:00.000-07:00</published><updated>2011-01-02T21:07:02.220-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PERLUKAH MENUNGGU IKHLAS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SKEbE6wyMjI/AAAAAAAAAME/AQPPMnSvPLI/s1600/S6300212.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SKEbE6wyMjI/AAAAAAAAAME/AQPPMnSvPLI/s200/S6300212.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pagi itu udara  cukup cerah, meskipun dalam suasana ramadlan, kami biasa bersenda gurau dengan teman-teman kantor.  Kebetulan Pak Ibnu Nasikhin membuka guarauan yang berkait dengan zakat mal. Karena beberapa kawan telah memiliki mobil sekelas Kijang Avansa, adalagi yang memiliki usaha pertokoan , dengan gaya bercandanya mengingatkan tentang kewajiban membayar zakat mall ketika hartanya telah mencapai  nishab.&lt;span class="fullpost"&gt; Satu hal yang menjadi hikmah saya kali ini, ketika seorang teman dengan nada serius , menyatakan untuk melakukan hal diatas ( zakat ) yang penting iklas. Awalnya  saya tidak begitu paham maksudnya dan saya meng-iya -kan perkataanya, karena ibadah apapun  harus diikuti iklas. Jadi, apa yang slah ?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah saya pikir panjang, maksud teman saya itu adalah ibadah yang bersifat mengeluarkan harta , apakah itu shadaqah, zakat, infaq dan seterusnya  harus didasarkan kepada kadar keihlasan. Jadi, zakat mall atau zakat fitrah pun kalau belum iklas , berarti boleh tidak mengeluarkan, dong !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini salah besar kalau menyangkut sesuatu yang wajib.  Karena secara syari’ah sesuatu yang wajib mengandung unsur  pemaksaan . Dengan kata lain, dalam kondisi iklas atau   tidak iklas kewajiban harus dilaksanakan. Hal ini sebagaimana terjadi pada jaman khalifah Abubakar Ash shidiq, beliau bahkan mengerahkan tentara untuk mengambil Zakat kepada penduduk di  Makkah.  Allah berfirman dalam surat At-Taubah 103 : “ Ambilah Zakat dari  sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka ….”. Rasulullah dalam hadits yang di riwayatkan Tabrani menyatakan “ Orang yang enggan membayar zakat akan masuk neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam khasanah  spiritual, iklas merupakan landasan utama karena menyangkut sah tidak sahnya ibadah. Iklas merupakan pekerjaan hati  yang menerima  dengan rela dan penuh kesadaran apa yang menjadi ketentuan sariah. Dalam kontek  hakekat  maka pernyataan teman saya tadi memang tidak salah. Apagunanya membayar Zakat kalau tidak iklas. Tetapi dalam Ranah   Syariah  teman saya tadi salah, karena menunaikan yang wajib tidak perlu menunggu iklash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini sebuah pertentangan ?  Bagi ahli hukum tentu paham hakekat tadi adalah sesuatu yang  mengada-ada, karena secara legal formal , peraturan Zakat sudah mutlaq dan jelas. Bagi ahli tasyawuf  tanpa  ikhlas ibadah tidak berguna, karena muara agama adalah hati. Namun secara spiritual karena keduanya melengkapi. Sebagaimana pernyataan Imam Malik ra. “ barang siapa menjalani syariat tanpa sampai kepada hakekat maka ia telah fasik.  Barang siapa mencapai hakekat tetapi tidak menjalan syari’at maka ia zindik. Dan barang siapa mengumpulkan keduanya maka sungguh ia telah mancapai hakekat ( spiritual )“&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="addthis_toolbox addthis_default_style"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_compact" href="http://addthis.com/bookmark.php?v=250"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="addthis_separator"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_facebook" href="http://draft.blogger.com/post-edit.g?blogID=5418475375747141748&amp;amp;postID=8027259932949371327"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_twitter" href="http://draft.blogger.com/post-edit.g?blogID=5418475375747141748&amp;amp;postID=8027259932949371327"&gt;&lt;/a&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_googlebuzz" href="http://draft.blogger.com/post-edit.g?blogID=5418475375747141748&amp;amp;postID=8027259932949371327"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_email" href="http://draft.blogger.com/post-edit.g?blogID=5418475375747141748&amp;amp;postID=8027259932949371327"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="addthis_separator"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a class="addthis_button_facebook_like" href="http://draft.blogger.com/post-edit.g?blogID=5418475375747141748&amp;amp;postID=8027259932949371327"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-8027259932949371327?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/8027259932949371327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=8027259932949371327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/8027259932949371327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/8027259932949371327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2010/08/perlukah-menunggu-ikhlas-pagi-itu-udara.html' title=''/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SKEbE6wyMjI/AAAAAAAAAME/AQPPMnSvPLI/s72-c/S6300212.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-8294132373502297938</id><published>2010-08-24T22:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T22:06:11.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HIKMAH INSPIRATIF'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;SAYA    SERING MERASA TERTIDAS DIJALAN RAYA&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;: YANG KUAT BOLEH SEWENANG-WENANG&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sang fajar, Agustus 2010 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;:  Yang besar berhak sewenang-wenang. Pernyataan ini terasa tidak adil. Tetapi itukah hukum alam ?. Saya berharap pepatah lama ini tidak menjebak  pemikiran kita, dan menganggap kesewenang-wenangan pantas diterima. Saya pikir dijaman manusia sudah beradab sekarang ini, hukum rimba tidak  pantas dilakukan oleh orang beradab&lt;span class="fullpost"&gt; . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran bagi manusia modern tentu bukan menang kalah, tetapi sering tidak sengaja ukuran menang kalah itu dapat  mengabaikan hak-hak orang lain, bahkan membahayakan Jiwa lain. Contoh soal, habitat yang masih memberlakukan hukum rimba adalah jalan raya. Sehingga ada anekdot jalan raya di Indonesia, lebih  sadis dari perang Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi sering merasa tertidas dijalan raya. Setiap hari saya memang naik sepeda motor ketempat kerja. Saya tinggal di sebuah desa di Ponorogo selatan, sedangkan tempat kerja saya disebuah instansi di Kota Nganjuk, Jawa Timur. Rumah saya dan tempat kerja lebih kurang 85 Km, biasa saya tempuh dengan mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan Nganjuk-Madiun-Ponorogo yang biasa disebut jalur tengkorak, sudah dua kali saya terjatuh karena penindasan yang dilakukan sopir bus antar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu jalan pikiran sopir Bus yang seenaknya, menyerobot jalur dijalan, yang hampir saja merenggut nyawa orang lain. Mungkin jalan pikiranya dia besar, dan pasti menang. Yang kecil harus menyingkir, tetapi apakah para sopir itupun tidak tahu, menyingkir dari  badan jalan untuk turun kepinggir jalan yang berbatu sama bahayanya dengan terserempet badan bus. Dalam Pikiran yang tidak adil, kadang saya membenarkan perlawanan orang kecil ( pengendara sepeda motor)  yang karena saking jengkelnya, melempar sopir bus dengan batu di Ngawi, sayangnya malah menimbulkan kecelakaan bagi bus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memposisikan diri secara adil, adil pada diri sendiri atau adil pada orang lain memang perlu kecerdasan. Saya tidak tahu, apakah saking kampunganya sopir bus, atau karena yang kecil tidak tahu diri. Tetapi Orang Indonesia  tentu masih punya sopan santun dan mengerti tatakrama. Bukan justru bangga pasang klakson keras sekali, dan dibunyikan sepanjang jalan, agar orang lain menyingkir dari jalan. Apakah mereka tidak tahu bahwa pengguna jalan itu juga sama-sama membayar pajak. Atau dikala hujan dan jalanan tergenang air, banyak mobil seenaknya sendiri melaju kencang dan menyiram muka orang lain dengan air kotor itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman  yang sedikif naïf,  orang jawa  berkata  “wani ngalah menang pungkasane “, ( berani mengalah akan menang di akhirnya ), Pernyataan ini memang sedikit menghibur  dan mengajarkan toleransi agar mau menerima kesewenang -wenangan  orang lain. Apakah begitu buruk nasib orang kecil, yang harus selalu harus mengertiarogansi yang besar ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memang harus rela berserah diri pada nasib. Saya  harus menyadari  seberapapun saya mengalah dan berhati-hati, tapi pengendara kendaraan lain, sopir bus, orang kaya bermobil tidak punya empati pada pengguna jalan lain, tentu bisa saja jalan raya menjadi hutan rimba yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal positif yang saya renungi, tidak semua orang punya kecerdasan empati. Dan tentunya kita yang pernah jadi orang kecil, punya  kesadaran lebih dan pengalaman batin , tentu hal ini akan sangat berguna untuk mematangkan kebesaran jiwa ,  apabila Tuhan memberikan peran  sebagai orang besar suatu saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-8294132373502297938?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/8294132373502297938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=8294132373502297938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/8294132373502297938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/8294132373502297938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2010/08/saya-sering-merasa-tertidas-dijalan.html' title=''/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-5302731775004902317</id><published>2009-06-30T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T20:07:43.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>pilpres</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;....semakin baiknya sistem demokrasi di Indonesia, belum di imbangi dengan prosedur pelaksanaanya  yang dapat dipertanggungjawabkan. Saya tidak tahu, apakah rakyat yang rakus atau pemimpinnya yang terbiasa curang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang caleg lokal, kenalan saya menyatakan untuk pileg yang lalu menghabiskan dana tidak kurang dari Rp.500.000.000,-.untuk apa biaya sebesar itu ? sebagian besar digunakan untuk dibagi-bagikan kepada konstituen. Kok rakyatnya mau ? yang memilukan justru kalau tidak berlomba membagi-bagikan uang dengan cara apapun maka pupus sudah harapan untuk jadi anggota DPR yang terhormat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian dapat dibayangkan berapa jumlah biaya pilpres dan pileg ? secara resmi satu putaran pilpres menghabiskan 4 trilyun. Namun angka sebenarnya tentu bisa menjadi empat kalilipatnya. Karena biaya yang tidak resmi justru lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Betapa mahal demokrasi kita teman? apalagi uangnya hasil minjam lagi. Jadi Nggak bijaksana dong kalo, kita sia-siakan dengan golput.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-5302731775004902317?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/5302731775004902317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=5302731775004902317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/5302731775004902317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/5302731775004902317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2009/06/pilpres.html' title='pilpres'/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-9205905117480861099</id><published>2008-09-24T20:16:00.001-07:00</published><updated>2008-09-24T20:39:11.966-07:00</updated><title type='text'>minyak tanah</title><content type='html'>KEMBALI KEJAMAN KAYU, .... salah nggak ya ??&lt;br /&gt;yah, minyak tanah memang termasuk kebutuhan vital yang menguasai hajat hidup orang banyak, sebagaimana diatur dalam UUD'45 bahwa sumberdaya tersebut dikuasai dan diatur oleh negara.&lt;br /&gt;Seharusnya memang demikian, terlepas dari adanya sindikasi jahat, antara penimbun, oknum dan anasir lainya  yang hanya berkepentingan membesarkan perut sendiri&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SNsEZpzdHdI/AAAAAAAAASI/kjvQhRdLi6o/s1600-h/S6300654.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SNsEZpzdHdI/AAAAAAAAASI/kjvQhRdLi6o/s200/S6300654.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249794629395357138" /&gt;&lt;/a&gt;maka BBM memang seharusnya diperbarui sistem distribusinya. Kalau tidak rakyat kecil yang akan selalu menjadi kurban.&lt;br /&gt;Misalnya di Bungkal kemarin ibu-ibu kesulitan mendapatkan minyak tanah, sedangkan Gas LPG rasanya sudah terlalu jauh melambung harganya. Untuk tabung 14 kg harga eceran mencapai 84 ribu rupiah. wuihhh .... apa meskpi kembali kejaman kayu ... ?&lt;br /&gt;Ini mungkin keputusan bijak, kalau tidak boleh disebut darurat, minimal masih ada issu globall yang menentang eksploitasi kayu dengan alasan lingkungan hidup. namun asalkan penggunaanya juga secara bijak, maka barangkali , pemilihan kayu bakar dapat dibenarkan ...&lt;br /&gt;yah, bijak... itu kata-kata indah, fakta lapangan selalu saja ada hal yang mengkianati kata bijak. taruhlah kalau penggunaan kayu dimaksimalkan, lalu hutan gundul lalu terjadi bencana banjir bandang ... salahkah ?&lt;br /&gt;kata akhir... berfikirlah bijak .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-9205905117480861099?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/9205905117480861099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=9205905117480861099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/9205905117480861099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/9205905117480861099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2008/09/minyak-tanah.html' title='minyak tanah'/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SNsEZpzdHdI/AAAAAAAAASI/kjvQhRdLi6o/s72-c/S6300654.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5418475375747141748.post-4867258984150361022</id><published>2008-07-02T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T22:12:22.832-07:00</updated><title type='text'>....Saatnya percasi</title><content type='html'>....,&lt;a href="http://pkbmbinaputra.worpress.com/"&gt;saatnya percasi terbentuk di Kecamatan Bungkal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Turnamen catur ini diikuti oleh 34 peserta dari wilayah Ponorogo selatan yaitu kecamatan Ngaryun, Slahung, Balong, jetis dan tuan reumah kecamatan Bungkal, " kata Langgeng Widoyo, Ketua Pnitia.&lt;br /&gt;Masih menurut Langgeng Widoyo, suksesnya Turnamen catur di desa ketonggo tak lepas dari dukungan pemerintah desa Ketonggo, klub catur " Turonggo kencono" desa ketonggo dan DPSC ( Dewan Pimpinan Anak Cabang ) Partai demokrat Kecamatan Bungkal dan memperebutkan piala, piagam hadia hiburan dan uang pembinaan. Hasil akhir turnamen catur " Indonesia Bangkit 2008"adalah, juara umum disabet oleh Gatot ( Balong ), Juara kedua  direbut oleh syarif jarot Wijanarko alias Jarot ( Balong ), Juara ketiga diraih oleh Jonianto ( Bungkal ) dan Juara harapan diraih Budianto ( Bungkal).&lt;br /&gt;"Sudah saatnya organisasi catur atau percasi terbentuk di kecamatan Bungkal, karena antusias masyarakat terhadap catur sangat tinggi , " Jelas Drs. Fajar, Ketua PKBM BINA PUTRA BANGSA,  saat menutup turnamen tersebut pada minggu ( 29/06/2008) kemarin yang dihadiri oleh Heri Sukamto selaku Kepala Desa Ketonggo, Imam Widodo ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Bungkal dan Setiadi, SH salah satu wakil ketua DPC partai demokrat Kabupaten Ponorogo. &lt;br /&gt;"Insya Allah turnamen  catur ini akan diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan menggandeng pak Imam Widodo selaku ketua DPAC Partai demokrat Kecamatan Bungkal , " tambah Langgeng Widoyo.&lt;br /&gt;Berdasarkan Penjelasan Drs. Fajar, PKBM Bina Putra Bangsa berdiri pada tahun 1999 dan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Non Formal pemberdayaan pemuda dan olahraga. " selamat kepada pemenang dan terima kasih kepada PKBM Bina Putra Bangsa dan sponsor yang yang telah mendukung turnamen catur ini. Semoga memberikan konstribusi terhadap pembinaan olahraga," kata Keri sukamto. (Media Ponorogo, 2-8 Juni 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5418475375747141748-4867258984150361022?l=sang-fajar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sang-fajar.blogspot.com/feeds/4867258984150361022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5418475375747141748&amp;postID=4867258984150361022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/4867258984150361022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5418475375747141748/posts/default/4867258984150361022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sang-fajar.blogspot.com/2008/07/saatnya-percasi.html' title='....Saatnya percasi'/><author><name>warokkini</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08097343858522122393</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_vF_cGjdpzKc/SJpc-1uQxnI/AAAAAAAAALE/AH_7zGcr170/s1600-R/semar.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
